Kamis, 27 Januari 2011

Boaz Dilirik Klub Eredivisie


Dicoret Pelatih Alfred Riedl dalam skuad timnas Indonesia pada Piala AFF 2010 lalu tak meredupkan pesona Boaz Solossa. Bahkan, sinar bomber Persipura Jayapura itu mulai menembus ranah Eropa.


Menurut Radio Nederland Wereldomroep (RNW), promotor sepak bola Indonesia- Belanda, Ruud JC Voll, berniat memfasilitasi Boaz agar bisa tampil di Eredivisie bersama VVV Venlo. Kabarnya, kini klub yang pernah disinggahi Keisuke Honda dan Nordin Amrabat itu sedang mempelajari video dan curriculum vitae striker asal Papua itu. Dalam video itu, tergambar aksi Boaz menerobos sisi kiri pertahanan timnas Uruguay sebelum menjebol gawang kiper Juan Castilo pada uji coba di Stadion Utama Gelora Bung Karno, 16 Oktober 2010. Penampilan menawan Boaz pada laga itu yang membuat Voll tertarik untuk mengajaknya bermain di Belanda.

’’Boaz memiliki naluri ’membunuh’ dan berani masuk pertahanan lawan untuk mencetak gol. Saya rasa Venlo saat ini membutuhkan goal getter seperti Boaz,” ungkap Voll kepada RNW. Menurut Voll, Boaz punya kualitas yang bisa menolong Venlo dari jurang degradasi. Boaz bisa menjadi pesepak bola Indonesia pertama yang bermain di liga tertinggi Belanda. ’’Boaz striker terbaik Indonesia saat ini. Kalau dia bisa menjebol gawang Uruguay, dia juga bisa menggetarkan jala Ajax Amsterdam,” tuturnya. Sang promotor mengatakan, jika menembus Eredivisie, nasib Boaz bisa seperti Keisuke Honda ataupun Nordin Amrabat.

Pada 2008, saat berlabuh di Venlo, tak ada yang banyak mengenal Honda. Namun, dengan cepat pilar timnas Jepang itu menjelma menjadi bintang baru sebelum direkrut CSKA Moskow. ’’Venlo merekrut Honda dengan harga tidak sampai 1 juta euro. Kini Venlo menerima 9 juta euro saat menjualnya ke CSKA,” ujarnya. Selain Honda, Amrabat juga berkembang di Venlo. Di bawah asuhan Andre Wetzel, pemain bengal itu bisa dididik menjadi pemain hebat dan diboyong PSV Eindhoven, serta kini bermain di klub Turki Kayserispor. ’’Kini tinggal menunggu pihak Venlo saja.

Kalau tertarik, Boaz bisa langsung datang dan ikut tes. Saya tak heran kalau nanti Boaz bisa loncat dari Venlo ke Ajax, atau bahkan ke Liga Spanyol,” tandas Voll. Harus diakui bahwa striker kelahiran Papua, 16 Maret 1986, itu memang masih yang terbaik di Tanah Air. Daya gedornya yang sudah mengemas 14 gol musim ini pun tercatat sebagai yang tersubur di Djarum Indonesia Super League.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Populer Post