Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 Desember 2012

Inilah Kisah Ketika Tuhan Menciptakan Wanita

Inilah Kisah Ketika Tuhan Menciptakan Wanita (Sebuah Renungan)

Ketika Tuhan menciptakan wanita, malaikat datang dan bertanya,
“Mengapa begitu lama menciptakan wanita, Tuhan?”
Tuhan menjawab,
“Sudahkah engkau melihat setiap detail yang saya ciptakan untuk wanita?” Lihatlah dua tangannya mampu menjaga banyak anak pada saat bersamaan, punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan keterpurukan, dan semua itu hanya dengan dua tangan“.

Malaikat menjawab dan takjub,
“Hanya dengan dua tangan? tidak mungkin!
Tuhan menjawab,
“Tidakkah kau tahu, dia juga mampu menyembuhkan dirinya sendiri dan bisa bekerja 18 jam sehari“.

Malaikat mendekat dan mengamati wanita tersebut dan bertanya,
“Tuhan, kenapa wanita terlihat begitu lelah dan rapuh seolah-olah terlalu banyak beban baginya?”
Tuhan menjawab,
“Itu tidak seperti yang kau bayangkan, itu adalah air mata.”
“Untuk apa?“, tanya malaikat.

Tuhan melanjutkan,
“Air mata adalah salah satu cara dia mengekspresikan kegembiraan, kegalauan, cinta, kesepian, penderitaan, dan kebanggaan, serta wanita ini mempunyai kekuatan mempesona laki-laki, ini hanya beberapa kemampuan yang dimiliki wanita. dia dapat mengatasi beban lebih dari laki-laki, dia mampu menyimpan kebahagiaan dan pendapatnya sendiri, dia mampu tersenyum saat hatinya menjerit, mampu menyanyi saat menangis, menangis saat terharu, bahkan tertawa saat ketakutan. dia berkorban demi orang yang dicintainya, dia mampu berdiri melawan ketidakadilan, dia menangis saat melihat anaknya adalah pemenang, dia girang dan bersorak saat kawannya tertawa bahagia, dia begitu bahagia mendengar suara kelahiran. Dia begitu bersedih mendengar berita kesakitan dan kematian, tapi dia mampu mengatasinya. dia tahu bahwa sebuah ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka.”

“Cintanya tanpa syarat. Hanya ada satu yang kurang dari wanita, dia sering lupa betapa berharganya dia ..”







sumber:http://www.apasih.com/2011/08/inilah-kisah-ketika-tuhan-menciptakan.html


Sabtu, 06 Oktober 2012

Kisah ibu dan Anak Durhaka...!!

Ibuku hanya memiliki satu mata. Aku membencinya, ia adalah sebuah hal yang memalukan. Ibuku menjalankan sebuah toko kecil pada sebuah pasar.
Dia mengumpulkan barang-barang bekas dan sejenisnya untuk dijual, apapun untuk mendapatkan uang yang kami butuhkan. Ia adalah sebuah hal yang memalukan.
Pada suatu hari di sekolah. Aku ingat saat itu hari ketika ibuku datang. Aku sangat malu. Mengapa ia melakukan hal ini kepadaku? Aku melemparkan muka dengan rasa benci dan berlari. Keesokan harinya di sekolah.. “Ibumu hanya memiliki satu mata?” dan mereka semua mengejekku.
Aku berharap ibuku hilang dari dunia ini maka aku berkata kepada ibu aku,”Ibu, kenapa kamu tidak memiliki mata lainnya? Ibu hanya akan menjadi bahan tertawaan. Kenapa Ibu tidak mati saja?” Ibu tidak menjawab. Aku merasa sedikit buruk, tetapi pada waktu yang sama, rasanya sangat baik bahwa aku telah mengatakan apa yang telah ingin aku katakan selama ini.
Mungkin itu karena ibu tidak menghukum aku, tetapi aku tidak berpikir bahwa aku telah sangat melukai perasaannya.
Malam itu, Aku terbangun dan pergi ke dapur untuk mengambil segelas air. Ibuku menangis disana, dengan pelan, seakan ia takut bahwa ia akan membangunkanku. Aku melihatnya, dan pergi. Karena perkataanku sebelumnya kepadanya, ada sesuatu yang mencubit hati aku.

Meskipun begitu, Aku membenci ibuku yang menangis dari satu matanya. Jadi, Aku mengatakan diri ku jikalau aku akan tumbuh dewasa dan menjadi sukses, karena aku membenci ibu bermata-satu aku dan kemiskinan kami.
Lalu aku belajar dengan keras. aku meninggalkan ibu dan ke Seoul untuk belajar, dan diterima di Universitas Seoul dengan segala kepercayaan diri. Lalu, aku menikah. aku membeli rumah milikku sendiri. Lalu aku memiliki anak-anak juga. Sekarang, aku hidup bahagia sebagai seorang pria yang sukses. aku menyukainya disini karena ini adalah tempat yang tidak meningatkan aku akan ibu.
Kebahagiaan ini menjadi besar dan semakin besar, ketika seseorang tidak terduga menjumpai aku “Apa?! Siapa ini?”… Ini adalah ibu aku.. tetap dengan satu matanya. Ini rasanya seperti seluruh langit sedang jatuh ke diri aku. Anak perempuan aku lari kabur, takut akan mata ibu aku.
Dan aku bertanya kepadanya, “Siapa Anda? aku tidak mengenalmu!!” sandiwara aku. aku berteriak kepadanya “Mengapa engkau berani datang ke rumah aku dan menakuti anak aku! Pergi dari sini sekarang juga!”
Dan ibu dengan pelan menjawab, “Oh, maafkan aku. aku pasti salah alamat,” dan dia menghilang. Terima kasih Tuhan.. Ia tidak mengenali aku. aku merasa cukup lega. aku mengatakan kepada diri aku bahwa aku tidak akan peduli, atau berpikir tentang ini sepanjang sisa hidup aku.
Lalu ada perasaan lega datang kepada aku.. Suatu hari, sebuah surat mengenai reuni sekolah datang ke rumah aku. aku berbohong kepada istri aku mengatakan bahwa aku akan pergi perjalanan bisnis. Setelah reuni ini, aku pergi ke rumah lama aku.. karena rasa penasaran saja, aku menemukan ibu aku terjatuh di tanah yang dingin. aku tiba-tiba terpaku..dan meneteskan air mata menyesali diri sungguh aku anak yang durhaka!! tidak tau Diri!!... Ia memiliki sepotong kertas di tangannya.. dan itu adalah surat untuk diri aku.
=================================================
Anakku,
Aku pikir hidupku sudah cukup lama saat ini. Dan.. aku tidak akan mengunjungi Seoul lagi.. tetapi apakah itu terlau banyak jikalau aku ingin kamu untuk datang menunjungiku sekali-kali nak? aku sangat merindukanmu. Dan aku sangat lega ketika mendengar kamu akan datang dalam reuni ini.
Tetapi aku memutuskan untuk tidak datang ke sekolah.. Untuk Kamu.. aku meminta maaf jikalau aku hanya memiliki satu mata dan aku hanya membawa kemaluan bagi dirimu.
Kamu tahu, ketika kamu masih sangat kecil, kamu terkena sebuah kecelakaan, dan kehilangan satu matamu. Sebagai seorang ibu, aku tidak tahan melihatmu harus tumbuh dengan hanya satu mata.. maka aku memberikanmu mata aku.. aku sangat bangga kepada anak aku yang melihat dunia yang baru untuk aku, menggantikan aku, dengan mata itu.
Aku tidak pernah marah kepadamu atas apapun yang kamu lakukan. Beberapa kali ketika kamu marah kepada aku. aku berpikir sendiri,”Ini karena kamu mencintai aku.” Aku rindu waktu ketika kamu masih sangat kecil dan berada di sekitarku.
Aku sangat merindukanmu. Aku mencintaimu. Kamu adalah duniaku.

Senin, 16 Juli 2012

Kisah Inspiratif yang Menyentuh Hati

Semua orang tua pasti sangat mencintai dan menyayangi buah hatinya. Apapun akan dilakukan oleh orang tua demi sebuah kebahagiaan dari seorang buah hatinya tanpa memperdulikan dirinya sendiri. Sebelumnya saya juga ingin mengucapkan Terima Kasih kepada Ibu Egi karena telah memberikan sebuah cuplikan film kisah inspiratif yang cukup menyentuh hati saya. Kisah tersebut menceritakan tentang orang tua yang meminta maaf kepada buah hatinya nya ketika mereka selalu membuat kesalahan dihari tuanya. Mereka hanya ingin menghabiskan waktu bersama buah hatinya. Sepenggal kisah cuplikan tersebut saya terjemahkan dalam bahasa indonesia  

Sebuah Surat dari Ibu dan ayah :

Anak ku, Ketika aku semakin tua, Aku berharap kamu Memahami dan Memiliki kesabaran untuk ku Suatu ketika aku memecahkan piring, Atau menumpahkan sup di antara meja, karena penglihatanku berkurang Aku harap kamu tidak memarahiku…. Orang tua itu sensitif Selalu merasa bersalah saat kamu berteriak,,, 

Ketika pendengaranku memburuk dan aku tidak bisa mendengar apa yang kamu katakan,,,Aku harap kamu tidak memanggilku “TULI” Mohon ulangi apa yang kamu katakan atau menuliskannya. Maaf, Anakku… Aku semakin tua,,,, Ketika lututku mulai lemah, Aku harap kamu memiliki kesabaran untuk membantuku bangun, Seperti bagaimana aku selalu membantu kamu saat kamu masih kecil, untuk belajar berjalan. Aku mohon, jangan bosan dengan ku,,, Ketika aku terus mengulangi apa yang kukatakan, seperti kaset rusak… Aku harap kamu terus mendengarkan aku……

Tolong jangan mengejekku, atau bosan mendengarkanku. Apakah kamu ingat ketika kamu masih kecil dan kamu ingin sebuah mainan? Kamu mengulangi apa yang kamu mau berulang-ulang sampai kamu mendapatkan apa yang kamu inginkan. Maafkan juga bau ku Tercium seperti orang yang sudah tua Aku mohon jangan memaksaku untuk mandi Tubuhku lemah….. orang tua mudah sakit karena mereka rentan terhadap dingin. Aku harap, aku tidak terlihat kotor bagi mu… 

Apakah kamu ingat ketika kamu masih kecil ? Aku selalu mengejar-ngejar kamu, Karena kamu tidak ingin mandi Aku harap kamu bisa bersabar dengan ku, ketika aku selalu rewel Ini semua bagian dari menjadi tua,,, Kamu akan mengerti ketika kamu tua Dan jika kamu memilki waktu luang aku harap kita bisa berbicara, Bahkan hanya untuk beberapa menitAku selalu sendiri sepanjang waktu, Dan tidak memiliki seseorang pun untuk diajak bicara Aku tahu kamu sibuk dengan pekerjaan Bahkan jika kamu tidak tertarik pada cerita ku, Aku mohon berikan aku waktu untuk bersamamu Apakah kamu ingat ketika kamu masih kecil? Aku selalu mendengarkan apapun yang kamu ceritakan tentang mainan mu Ketika saatnya tiba…….. 

Dan aku hanya bisa terbaring sakit,sakit,sakit dan sakit Aku harap kamu memiliki kesabaran untuk merawatku MAAF Kalau aku sengaja mengompol atau membuat berantakan, Aku harap kamu memiliki kesabaran untuk merawatku Selama beberapa saat terakhir dalam hidupku… 

Aku mungkin, tidak akan bertahan lebih lama,. Ketika waktu kematian ku, datang Aku harap kamu memegang tangan ku dan memberikan ku kekuatan untuk menghadapi kematian…….. Dan jangan khawatir…. 

Ketika aku bertemu dengan sang pencipta… Aku akan berbisik padaNya…. Untuk selalu memberikan BERKAH pada mu Karena kamu mencintai, Ibu dan Ayah mu… Terima kasih atas segala perhatianmu, nak… Kami Mencintai Mu, dengan kasih yang berlimpah ..

Sebuah kisah yang mungkin dapat sejenak mengingatkan kita akan besarnya cinta orang tua kepada anaknya, walaupun mungkin kita sebagai anak sering lupa dengan keadaan orang tua kita sekarang yang sejak dahulu telah mengorbankan segalanya, untuk membuat kita selalu tersenyum dan bahagia.Semoga bisa membuat kita selalu ingat dengan kedua orang tua yang selalu mencintai kita selamanya. Harapan saya kedepan nanti saya berusaha menjadi yang terbaik untuk orang tua saya sebagaimana dulu orang tua saya selalu mencoba menjadi yang terbaik untuk saya.

Kamis, 31 Maret 2011

Renungan Seiring Bertambahnya Usia Kita..


OLEH: JJemy Like Irawan New
Setiap tahun tentunya kita selalu memperingati hari ulang tahun. Bagi mereka, siapa pun yang sedang memperingati ulang tahun, lagu-lagu “Happy Birthday to You” atau “Panjang Umurnya” tak akan terlewat begitu saja sebelum meniup lilin-lilin yang berdiri tegak di atas cake.

Seminggu yang lalu, beberapa hari sebelum ulang tahun saya tiba, pesan utama yang saya utarakan kepada sang isteri adalah agar ia tak perlu repot-repot membeli hadiah spesial untuk saya. Meskipun saya mengetahui, bahwa sebenarnya usaha saya itu pun akan sia-sia belaka. Apa pun alasan saya, saya yakin ia pun masih akan tetap memberikan sebuah hadiah ulang tahun kepada saya.

Renungan menjelang ulang tahun saya adalah semakin bertambah usia, maka semakin berkuranglah usia saya untuk hidup di dunia ini. Mengingat semua itu, kembali saya terpanggil untuk mengingat apa hal yang baik atau terbaik dan berguna atau bermanfaat yang telah saya berikan atau bagikan kepada sesama, terutama linkup terkecil dan utama/pertama, yaitu keluarga sendiri. Itu semua tentu mengarah kepada eksistensi kita sebagai manusia, apakah berguna bagi sesama kita.

Saya merenungkan kembali malam itu. Ternyata, saya akui bahwa selama kita hidup di dunia, kita akan selalu dikenang oleh sesama. Baik itu oleh keluarga, sanak famili, para sahabat, rekan-rekan sejawat, dan lain-lain, apakah kita telah melakukan hal-hal yang baik ataupun sebaliknya. Apabila kita telah terlabel, bahwa kita banyak melakukan hal-hal yang baik, maka kita akan dikenang jasa-jasa baik kita. Misalnya, sebagai seorang penulis pemberi inspirasi; seorang dokter yang murah hati dan tidak berorientasi terhadap apa yang diterimanya saja; seorang guru yang tidak menjual keprofesioanalannya demi mendapatkan tambahan income, dan sejenisnya.

Sebaliknya, apabila kita sering melakukan hal-hal yang tidak baik, misalnya terkenal sebagai pencuri, perampok, salah satu koruptor negara, dan sejenisnya, maka kita pun akan dikenang dengan label tersebut. Manakah yang Anda pilih? Anda dikenang dengan jasa-jasa baik ataukah dikenang oleh karena telah melakukan hal-hal yang tidak berkenan? Saya yakin Anda akan memilih pilihan yang pertama, yaitu sebagai seseorang yang dikenang oleh karena jasa-jasa baik yang telah dilakukan.

Malam itu pun pikiran saya teringat akan keluarga, Merayakan ulang tahun bukanlah hal yang biasa dilakukan oleh keluarga saya. Biasa-biasa saja, hampir tak ada tanda untuk hari spesial itu bagi masing-masing anggota keluarga, selain ucapan selamat. Paling tidak, saya ditodong oleh rekan-rekan di tempat kerja atau teman-teman dekat untuk memberi traktiran. Terkadang ada juga yang memberi sebuah kado atau selembar kartu ucapan, atau sebuah ucapan saja, itu semua saya hargai, karena merupakan suatu bentuk perhatian khusus yang mereka berikan kepada saya secara pribadi.

Setelah perkawinan saya, ternyata perayaan ulang tahun telah menjadi tradisi di pihak keluarga isteri saya. Meskipun hanya berupa sebuah cake, dan sebuah hadiah, setiap ulang tahun dari masing–masing anggota keluarga tiba, pasti akan dirayakan walaupun hanya dihadiri oleh anggota keluarga sendiri. Jadi, saya merasa usaha untuk meminta isteri saya agar tidak memberikan saya sebuah hadiah, pasti akan sia-sia belaka. Dia akan mencari tahu sendiri kira-kira benda apa yang sedang saya butuhkan saat ini, sehingga ia akan membelikannya sebagai kado ulang tahun.

Waktu telah menunjukkan pukul 11.30 malam. Mata saya masih tetap kuat bertahan, namun tubuh saya sudah mulai tampak lelah. Karena itu, rasanya ingin rebah saja di atas tempat tidur. Menjelang menit-menit ulang tahun saya tiba, saya berdoa dalam hati, kiranya saya hadir ke dunia boleh menjadi berkat untuk sesama, baik itu untuk keluarga sendiri, para sahabat, rekan-rekan sejawat dan sekerja, offline maupun online, baik itu melalui tingkah laku/sikap, perkataan, pikiran, maupun tulisan-tulisan saya.

Akhirnya, saya pun terlelap. Saat bangun di pagi hari, tiga buah mawar merah dan sebuah kartu menyambut pagi indah saya. Ternyata ada satu lembar uang cash di dalam kartu. isteri saya berkata, “Buy a very nice thing for yourself!”. Saya berpesan lagi kepadanya, agar tidak ada lagi hadiah untuk saya pada hari Kamis (31 Maret 2010), yang mana isteri punya rencana untuk merayakan ulang tahun saya yang akan dihadiri oleh anggota-anggota keluarga lainnya.

Sekali lagi pesan saya tidak mempan juga, di atas tempat tidur—dengan mata yang masih berat untuk dibuka—isteri saya menghampiri dan membangunkan saya sambil memberi sebuah bungkusan. Dia berkata, “Happy Birthday! One Birthday present for you.” Saya pun terjaga dan terbangun. “Gateway” adalah sebuah tulisan pertama dalam pembungkus kotak tersebut yang saya baca. “Oh my God!” begitu saya berucap dalam hati saya. Sesuatu Yang tdak perlu saya sebutkan disini yang telah saya incar selama ini, ternyata kini sudah berada di depan mata saya. Kemudian saya bangkit dan menghampirinya, memeluknya dan mengucapkan terima kasih.

Semua hal-hal tersebut yang telah saya ceritakan di atas mengekspresikan, bahwa ulang tahun merupakan hari yang spesial bagi kita masing-masing untuk merenungkan arti hidup kita, yang semakin hari semakin bertambah tua. Apa yang telah kita perbuat untuk sesama dan keluarga, negara Tanah Air kita? Menerima dan menikmati berkat dari mereka yang menyayangi/mencintai kita melalui apa-apa yang telah diterima. Dapatkah kita memanfaatkannya untuk berbagi kepada sesama? Kadangkala kita melupakan hal ini karena umumnya yang kita ingat hanya bagaimana kita akan merayakan ulang tahun kita, masakan/menu apa yang akan kita hidangkan untuk perayaan ulang tahun tersebut, siapa-siapa saja tamu yang akan diundang, dirayakan di mana; di restaurant sederhana atau di hotel berbintang lima, dan sebagainya.

Saat akan mengakhiri tulisan ini, sebuah kartu ulang tahun dari sang isteri masih tergeletak di samping saya. Memang, saya sangat menyukai bait-bait puisi yang tertera di dalamnya. Dua buah kalimat paling akhir tertera demikian:

You bring so much joy to my life

just by being the beautiful,

caring person you are.

I’m very lucky man to have you

For my wife

HAPPY BIRTHDAY

Rabu, 23 Maret 2011

Koleksi Kata - Kata Yang Indah


Kata-kata mutiara berikut mungkin bisa menyejukkan hati kita, karena kata-katanya yang begitu indah dan meluluhkan jiwa. Kata-kata mutiara ini juga sekaligus sebagai motivasi untuk mencoba stop dreaming start action guna meraih semua yang kita inginkan dalam hidup ini. Dan khususnya saya sebagai peserta kontes SEO semoga slogan stop dreaming start action ini tidak sekedar untuk optimasi keyword semata dan tidak sebatas omongan belaka juga. Mudah-mudahan mimpi (dreaming) untuk menjadi pemenang di kontes SEO bisa terwujud juga, amiin. (Ngarep banget ) Oke dech berikut saya tuliskan beberapa kata-kata mutiara nan indah yang saya dapatkan dari om google :

1. Jangan tertarik kepada seseorang karena parasnya, sebab keelokan paras dapat menyesatkan. Jangan pula tertarik kepada kekayaannya, karena kekayaan dapat musnah. Tertariklah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum, karena hanya senyum yang dapat membuat hari-hari yang gelap menjadi cerah. Semoga kamu menemukan orang seperti itu.


2. Ada saat-saat dalam hidup ketika kamu sangat merindukan seseorang, sehingga ingin hati menjemputnya dari alam mimpi dan memeluknya dalam alam nyata. Semoga kamu memimpikan orang seperti itu.


3. Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan, pergilah ke tempat-tempat kamu ingin pergi, jadilah seperti yang kamu inginkan, karena kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan.


4. Semoga kamu mendapatkan kebahagiaan yang cukup untuk membuatmu baik hati, cobaan yang cukup untuk membuatmu kuat, kesedihan yang cukup untuk membuatmu manusiawi, pengharapan yang cukup untuk membuatmu bahagia dan uang yang cukup untuk membeli hadiah-hadiah.


5. Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan. Tetapi acapkali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakan bagi kita.


6. Sahabat terbaik adalah dia yang dapat duduk berayun-ayun di beranda bersamamu, tanpa mengucapkan sepatah katapun, dan kemudian kamu meninggalkannya dengan perasaan telah bercakap-cakap lama dengannya.


7. Sungguh benar bahwa kita tidak tahu apa yang kita miliki sampai kita kehilangannya, tetapi sungguh benar pula bahwa kita tidak tahu apa yang belum pernah kita miliki sampai kita mendapatkannya.


8. Pandanglah segala sesuatu dari kacamata orang lain. Apabila hal itu menyakitkan hatimu, sangat mungkin hal itu menyakitkan hati orang itu pula.


9. Kata-kata yang diucapkan sembarangan dapat menyulut perselisihan. Kata-kata yang kejam dapat menghancurkan suatu kehidupan. Kata-kata yang diucapkan pada tempatnya dapat meredakan ketegangan. Kata-kata yang penuh cinta dapat menyembuhkan dan memberkahi.


10. Awal dari cinta adalah membiarkan orang yang kita cinta menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kita inginkan. Jika tidak, kita hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kita temukan di dalam dia.


Itu saja kata-kata mutiara dari blog ini, semoga bermanfaat dan dapat dijadikan motivasi. O ya jangan lupa juga, baca salah satu artikel motivasi yang berjudul Stop Dreaming Start Action. Oce!

Senin, 28 Februari 2011

Sebuah Kisah untuk kita renungkan


Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku. Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatannya membawanya, aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan aku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu ditangannya. "Siapa yang mencuri uang itu?" Beliau bertanya. Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi Beliau mengatakan, "Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!"
Dia mengangkat tongkat bambu itu tinggi-tinggi. Tiba-tiba, adikku mencengkeram tangannya dan berkata, "Ayah, aku yang melakukannya!"

Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitu marahnya sehingga ia terus-menerus mencambukinya sampai Beliau kehabisan nafas.

Sesudahnya, Beliau duduk di atas ranjang batu bata kami dan memarahi, "Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang, hal
memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan di masa mendatang? Kamu layak dipukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!" Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Tubuhnya penuh dengan luka, tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun. Di pertengahan malam itu, saya tiba-tiba mulai menangis meraung-raung. Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata, "Kak, jangan menangis lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi."

Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian untuk maju mengaku. Bertahun-tahun telah lewat, tapi insiden tersebut masih kelihatan seperti baru kemarin. Aku tidak pernah akan lupa tampang adikku ketika ia melindungiku. Waktu itu, adikku berusia 8 tahun. Aku berusia 11.

Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk masuk ke SMA di pusat kabupaten. Pada saat yang sama, saya diterima untuk masuk ke sebuah universitas propinsi. Malam itu, ayah berjongkok di halaman, menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus.
Saya mendengarnya memberengut, "Kedua anak kita memberikan hasil yang begitu baik... hasil yang begitu baik..." Ibu mengusap air matanya yang mengalir dan menghela nafas, "Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?" Saat itu juga, adikku berjalan keluar ke hadapan ayah dan berkata, "Ayah, saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi, telah cukup membaca banyak buku. " Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya. "Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu keparat lemahnya? Bahkan jika berarti saya mesti mengemis di jalanan saya akan menyekolahkan kamu berdua sampai selesai!" Dan begitu kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk meminjam uang. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku yang membengkak, dan berkata, "Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya; kalau tidak ia tidak akan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini."

Aku, sebaliknya, telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan ke universitas.Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang, adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacang yang sudah mengering. Dia menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas bantalku: "Kak, masuk ke universitas tidaklah mudah. Saya akan pergi mencari kerja dan mengirimimu uang." Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku, dan menangis dengan air mata bercucuran sampai suaraku hilang. Tahun itu, adikku berusia 17 tahun. Aku 20. Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun, dan uang yang adikku hasilkan dari mengangkut semen pada punggungnya di lokasi konstruksi, aku akhirnya sampai
ke tahun ketiga (di universitas).

Suatu hari, aku sedang belajar di kamarku, ketika teman sekamarku masuk dan memberitahukan, "Ada seorang penduduk dusun menunggumu di luar sana! "Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku? Aku berjalan keluar, dan melihat adikku dari jauh, seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan pasir. Aku menanyakannya, "Mengapa kamu tidak bilang pada teman sekamarku kamu adalah adikku?" Dia menjawab, tersenyum, "Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan mereka pikir jika mereka tahu saya adalah adikmu? Apa mereka tidak akan menertawakanmu?" Aku merasa terenyuh, dan air mata memenuhi mataku. Aku menyapu debu-debu dari adikku semuanya, dan tersekat-sekat dalam kata-kataku, "Aku tidak perduli omongan siapa pun! Kamu adalah adikku apa pun juga!

Kamu adalah adikku bagaimana pun penampilanmu..." Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu. Ia memakaikannya kepadaku, dan terus menjelaskan, "Saya melihat semua gadis kota memakainya. Jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu." Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku menarik adikku ke dalam pelukanku dan menangis dan menangis. Tahun itu, ia berusia 20. Aku 23.

Kali pertama aku membawa pacarku ke rumah, kaca jendela yang pecah telah diganti, dan kelihatan bersih di mana-mana. Setelah pacarku pulang, aku menari seperti gadis kecil di depan ibuku. "Bu, ibu tidak perlu menghabiskan begitu banyak waktu untuk membersihkan rumah kita!"

Tetapi katanya, sambil tersenyum, "Itu adalah adikmu yang pulang awal untuk membersihkan rumah ini. Tidakkah kamu melihat luka pada tangannya? Ia terluka ketika memasang kaca jendela baru itu.."
Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus, seratus jarum terasa menusukku. Aku mengoleskan
sedikit saleb pada lukanya dan mebalut lukanya. "Apakah itu sakit?" Aku menanyakannya. "Tidak, tidak sakit. Kamu tahu, ketika saya bekerja di lokasi konstruksi, batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap waktu. Bahkan itu tidak menghentikanku bekerja dan..." Ditengah kalimat itu ia berhenti. Aku membalikkan tubuhku memunggunginya, dan air mata mengalir deras turun ke wajahku.

Tahun itu, adikku 23. Aku berusia 26.
Ketika aku menikah, aku tinggal di kota. Banyak kali suamiku dan aku mengundang orang tuaku untuk datang dan tinggal bersama kami, tetapi mereka tidak pernah mau. Mereka mengatakan, sekali meninggalkan dusun, mereka tidak akan tahu harus mengerjakan apa. Adikku tidak setuju juga, mengatakan, "Kak, jagalah mertuamu aja. Saya akan menjaga ibu dan ayah di sini." Suamiku menjadi direktur pabriknya. Kami menginginkan adikku mendapatkan pekerjaan sebagai manajer pada departemen pemeliharaan. Tetapi adikku menolak tawaran tersebut.

Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja reparasi. Suatu hari, adikku di atas sebuah tangga untuk memperbaiki sebuah kabel, ketika ia mendapat sengatan listrik, dan masuk rumah sakit. Suamiku dan aku pergi menjenguknya. Melihat gips putih pada kakinya, saya menggerutu, "Mengapa kamu menolak menjadi manajer? Manajer tidak akan pernah harus melakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini. Lihat kamu sekarang, luka yang begitu serius. Mengapa kamu tidak mau mendengar kami sebelumnya?"

Dengan tampang yang serius pada wajahnya, ia membela keputusannya. "Pikirkan kakak ipar--ia baru saja jadi direktur, dan saya hampir tidak berpendidikan. Jika saya menjadi manajer seperti itu, berita seperti apa yang akan dikirimkan?" Mata suamiku dipenuhi air mata, dan kemudian keluar kata-kataku yang sepatah-sepatah, "Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku!"
"Mengapa membicarakan masa lalu?" Adikku menggenggam tanganku. Tahun itu, ia berusia 26 dan aku 29. Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang gadis petani dari dusun itu. Dalam acara pernikahannya, pembawa acara perayaan itu bertanya kepadanya, "Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?" Tanpa bahkan berpikir ia menjawab, "Kakakku."

Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidak dapat kuingat. "Ketika saya pergi sekolah SD, ia berada pada dusun yang berbeda. Setiap hari kakakku dan saya berjalan selama dua jam untuk pergi ke sekolah dan pulang ke rumah. Suatu hari, saya kehilangan satu dari sarung tanganku. Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. Ia hanya memakai satu saja dan berjalan sejauh itu. Ketika kami tiba di rumah, tangannya begitu gemetaran karena cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sendoknya. Sejak hari itu, saya bersumpah, selama saya masih hidup, saya akan menjaga kakakku dan baik kepadanya."

Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu memalingkan perhatiannya kepadaku. Kata-kata begitu susah kuucapkan keluar bibirku, "Dalam hidupku, orang yang paling aku berterima kasih adalah adikku." Dan dalam kesempatan yang paling berbahagia ini, di depan kerumunan perayaan ini, air mata bercucuran turun dari wajahku seperti sungai.

Bisakah kita memiliki jiwa besar seperti si adik yang seperti dalam cerita, ... tapi bagaimanapun, yang namanya Saudara patut kita jaga dan kita hormati, apakah itu seorang adik atau seorang kakak. Karena apa arti hidup kalau tidak bisa membahagiakan sodara dan keluarga kita ...

Selasa, 22 Februari 2011

Kisah Nyata: Kesaksian Hidup dibalik Meledaknya Pesawat Luar Angkasa Challenger, USA



Cerita motivasi berikut diambil dari kisah nyata tragedi pesawat Challenger. Kisah nyata ini semoga dapat menjadi sumber motivasi bagi anda semua yang mungkin saat ini belum mencapai apa yang anda inginkan atau sedang mengalami sesuatu yang mungkin tidak anda inginkan. Anda pun sebetulnya mempunyai cerita kehidupan anda sendiri, tuliskanlah dalam buku kehidupan anda sebagai cerita motivasi bagi anda, anak-anak anda nantinya, atau teman-teman anda.

Kesaksian Hidup dibalik Meledaknya Pesawat Luar Angkasa Challenger, USA.

Semua dimulai dari impianku. Aku ingin menjadi astronot. Aku ingin terbang ke luar angkasa. Tetapi aku tidak memiliki sesuatu yang tepat. Aku tidak memiliki gelar. Dan aku bukan seorang pilot. Namun, sesuatu pun terjadilah.

Gedung putih mengumumkan mencari warga biasa untuk ikut dalam penerbangan 51-L pesawat ulang-alik Challanger. Dan warga itu adalah seorang guru. Aku warga biasa, dan aku seorang guru. Hari itu juga aku mengirimkan surat lamaran ke Washington. Setiap hari aku berlari ke kotak pos. Akhirnya datanglah amplop resmi berlogo NASA. Doaku terkabulkan! Aku lolos penyisihan pertama. Ini benar-benar terjadi padaku.

Selama beberapa minggu berikutnya, perwujudan impianku semakin dekat saat NASA mengadakan test fisik dan mental. Begitu test selesai, aku menunggu dan berdoa lagi. Aku tahu aku semakin dekat pada impianku. Beberapa waktu kemudian, aku menerima panggilan untuk mengikuti program latihan astronot khusus di Kennedy Space Center. Dari 43.000 pelamar, kemudian 10.000 orang, dan kini aku menjadi bagian dari 100 orang yang berkumpul untuk penilaian akhir.
Ada simulator, uji klaustrofobi, latihan ketangkasan, percobaan mabuk udara.
Siapakah di antara kami yang bisa melewati ujian akhir ini?
Tuhan, biarlah diriku yang terpilih, begitu aku berdoa.



Lalu tibalah berita yang menghancurkan itu. NASA memilih Christina McAufliffe. Aku kalah. Impian hidupku hancur. Aku mengalami depresi. Rasa percaya diriku lenyap, dan amarah menggantikan kebahagiaanku. Aku mempertanyakan semuanya. Kenapa Tuhan? Kenapa bukan aku? Bagian diriku yang mana yang kurang? Mengapa aku diperlakukan kejam? Aku berpaling pada ayahku. Katanya, “Semua terjadi karena suatu alasan.”

Selasa, 28 Januari 1986, aku berkumpul bersama teman-teman untuk melihat peluncuran Challanger. Saat pesawat itu melewati menara landasan pacu, aku menantang impianku untuk terakhir kali. Tuhan, aku bersedia melakukan apa saja agar berada di dalam pesawat itu. Kenapa bukan aku? Tujuh puluh tiga detik kemudian, Tuhan menjawab semua pertanyaanku dan menghapus semua keraguanku saat Challanger meledak, dan menewaskan semua penumpang. Aku teringat kata-kata ayahku,
“Semua terjadi karena suatu alasan.”

Aku tidak terpilih dalam penerbangan itu, walaupun aku sangat menginginkannya karena Tuhan memiliki alasan lain untuk kehadiranku di bumi ini.
Aku memiliki misi lain dalam hidup.
Aku tidak kalah; aku seorang pemenang.
Aku menang karena aku telah kalah.
Aku, Frank Slazak, masih hidup untuk bersyukur pada Tuhan karena tidak semua doaku dikabulkan

Bagaimana dengan anda? Sudahkah anda menuliskan cerita kehidupan anda? Setiap orang pasti pernah sukses dalam hidupnya. Silahkan tuliskan kisah sukses anda, jadikan itu sebagai motivasi, bahwa anda bisa sukses lagi, dan lagi. Sampaikan cerita motivasi anda pada saya. Saya pun ingin mendengarkan cerita motivasi anda..

Salam sukses.. Selamat mampir dan membaca isi blog saya yang sederhana dan masih ada kekurangan-kekurangannya. Selamat menikmati cerita motivasi lainnya..

Kamis, 10 Februari 2011

Hidup Tanpa Penyesalan


Pikiran ku terusik oleh rangkaian kata itu, “Hidup Tanpa Penyesalan”. Bisakah melakukannya? Selalu saja ada hal yang kita sesali. Baik itu perkataan yang diucapkan, tindakan yang dilakukan, pilihan yang diambil, bahkan atas kejadian yang sebenarnya bukan atas kuasa kita.

Hidup tanpa penyesalan, berarti tidak melakukan sesuatu yang kelak akan mendatangkan penyesalan. Tiada yang tahu apa yang akan terjadi esok hari. Bisa jadi penyesalan hari ini tidak bisa lagi diperbaiki, sebab kesempatan itu telah berlalu, atau bahkan tidak pernah tiba. Justru menambah dalam penyesalan. Karena itu senantiasa melakukan tindakan yang terbaik adalah keharusan. Menjalani hidup sebaiknya hari ini, demi kebaikan di masa yang akan datang.

Menjalani hidup tanpa penyesalan memang tidak mudah. Lalu bagaimana bila penyesalan itu akhirnya terjadi?

Bila penyesalan itu tanpa bisa dihindari timbul, maka ada dua pilihan yang bisa diambil. Pertama tenggelam semakin dalam pada lautan penyesalan. Menyiksa diri lebih lanjut. Atau yang kedua, yang merupakan suatu hal penting yang harus selalu kita ingat, yaitu menyadari bahwa segala sesuatu yang telah terjadi pada diri, baik atau pun buruk, itu adalah yang terbaik untuk kita.

Inilah indahnya hidup yang kita jalani. “Sesungguhnya tiada ciptaan-Nya yang sia-sia” (Q.S Ali ‘Imran 191). Bila hal ini telah tertanam di hati, maka kita dapat melihat bahwa terdapat hikmah pada segala hal. Bahkan pada suatu kemalangan yang menimpa. Karena ujian hidup merupakan sarana pendidikan dari Allah, agar menjadi manusia yang lebih baik.

Jadi, ternyata sederhana sekali cara untuk menjalani hidup tanpa penyesalan itu. Cukup jalani hidup dengan sebaiknya. Dan ketika cobaan itu datang, jadikan batu loncatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Lalu adakah hal yang masih patut disesali?

“Maka nikmat Tuhan-mu yang manakah yang kamu dustakan?” (Q.S Ar-Rahman)

Tiada Yang Salah Dan Benar Di Dunia Ini


Suatu hari,seorang kakek yang terkenal bijaksana sedang berjalan kaki melewati sebuah sawah dan menemukan 2 orang anak lelaki yang sedang bertengkar . Dengan tanpa ragu,beliau menghampiri mereka.”Apa yang sedang kalian ributkan nak..?”,tanya beliau kepada kedua anak tersebut.

“Dia mengatakan bahwa cara saya memegang sendok salah.. katanya,harus pakai tangan kanan.sedangkan saya merasa lebih mudah memakai tangan kiri..”,jawab seorang anak sambil menunjuk temannya.

“Bohong kek,dia yang mengatakan bahwa cara saya memegang sendok yang salah.. padahal jelas-jelas dia yang salah.Memegang sendok dengan tangan kanan jauh lebih mudah bagi saya ketimbang tangan kiri..”,sahut temannya membela diri.

Mendengar hal tersebut,kakek malah bertanya kepada kedua anak tersebut.”Menurut kalian,matahari lebih dekat dengan bumi saat pagi hari atau siang hari..?”

“Pagi hari donk kek..,soalnya saat pagi hari matahari terlihat lebih besar daripada siang hari.Itu menandakan bahwa matahari lebih dekat dengan bumi ketika pagi hari”,jawab anak yang kidal.

“Siang hari lah kek..,karena saat siang hari,matahari lebih panas ketimbang saat pagi hari.Itu menandakan bahwa matahari lebih dekat dengan bumi ketika siang hari”,jawab anak yang satunya.

“Lalu siapa yang benar kek..??”,terdengar kedua anak tersebut serempak bertanya kepada sang kakek.

Mendapat pertanyaan tersebut,kakek hanya menjawab..

“Tidak ada yang salah dan benar di dunia ini,yang ada hanyalah perbedaan sudut pandang saja.. matahari tetap pada jarak yang sama dengan bumi setiap saat,yang ada hanyalah sudut pandang kita yang terkecoh oleh berputarnya bumi yang kita pijaki . Perbedaan itu pasti akan ada.., dan sesungguhnya, memaksakan persamaan dalam setiap kebiasaan adalah sikap yang sungguh tidak bijaksana.”

Lalu si kakek pergi meninggalkan kedua anak tersebut,sambil berkata.. “Memahamilah,maka kau pun akan di pahami”.

Seketika kedua anak tersebut,saling memandang dan saling tersenyum satu sama lainnya dan berpelukan.. “Maafkan aku yach..”,mereka mengucapkannya berbarengan.

Kendalikan Amarahmu


Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bersifat pemarah. Untuk mengurangi kebiasaan marah sang anak, ayahnya memberikan sekantong paku dan mengatakan pada anak itu untuk memakukan sebuah paku di pagar belakang setiap kali dia marah … Hari pertama anak itu telah memakukan 48 paku ke pagar setiap kali dia marah … Lalu secara bertahap jumlah itu berkurang. Dia mendapati bahwa ternyata lebih mudah menahan amarahnya daripada memakukan paku ke pagar.

Hari pertama anak itu telah memakukan 48 paku ke pagar setiap kali dia marah..,Lalu secara bertahap jumlah itu berkurang. Dia mendapati bahwa ternyata lebih mudah menahan amarahnya daripada memakukan paku ke pagar. Akhirnya tibalah hari dimana anak tersebut merasa sama sekali bisa mengendalikan amarahnya dan tidak cepat kehilangan kesabarannya. Dia memberitahukan hal ini kepada ayahnya, yang kemudian mengusulkan agar dia mencabut satu paku untuk setiap hari dimana dia tidak marah. Hari-hari berlalu dan anak laki-laki itu akhirnya memberitahu ayahnya bahwa semua paku telah tercabut olehnya. Lalu sang ayah menuntun anaknya ke pagar. “Hmm, kamu telah berhasil dengan baik anakku, tapi, lihatlah lubang-lubang di pagar ini. Pagar ini tidak akan pernah bisa sama seperti sebelumnya. “Ketika kamu mengatakan sesuatu dalam kemarahan. Kata-katamu meninggalkan bekas.


seperti lubang ini … di hati orang lain. Kamu dapat menusukkan pisau pada seseorang, lalu mencabut pisau itu … Tetapi tidak peduli beberapa kali kamu minta maaf, luka itu akan tetap ada … DAN luka karena kata-kata adalah sama buruknya dengan luka fisik …”

Kamis, 28 Oktober 2010

'Pray for Indonesia' Bentuk Belasungkawa Netter


JAKARTA - Ucapan belasungkawa dikirim oleh warga dunia maya melalui Twitter dan Facebook. Tidak hanya ucapan, pengguna internet pun mengganti foto profil mereka dengan gambar pita hitam bertuliskan 'Pray for Indonesia'.

Ditelusuri okezone, Rabu (27/10/2010), foto pita hitam tersebut didampingi oleh sebuah gambar burung Garuda, mencirikan rasa nasionalisme warga Indonesia pengguna internet. Tidak hanya disematkan untuk mengganti gambar profil yang ada di Facebook, beberapa pengguna Blackberry Messenger (BBM) juga melakukan hal serupa.

Selain gambar pita hitam 'pray for Indonesia', beberapa pengguna BBM lain memilih untuk menghitamkan foto profil mereka sebagai bentuk belasungkawa. Bahkan beberapa lainnya mengganti gambar profil mereka dengan foto Mbah Marijan.

Seluruh aksi tersebut dilakukan para pengguna internet di Indonesia untuk memperlihatkan rasa belasungkawa yang mendalam atas terjadinya rangkaian bencana menimpa Tanah Air.

Seperti diketahui, dua bencana alam telah terjadi di Indonesia. Selain bencana gempa dan tsunami di Kepulauan Mentawai, bencana gunung meletus juga terjadi di Gunung Merapi Jawa Tengah.

Dalam bencana Tsunami di Mentawai, sekira 112 orang tewas dan 502 lainnya dikabarkan hilang. Sedangkan bencana letusan Gunung Merapi setidaknya membuat ratusan ribu warga Jawa Tengah panik dan harus mengungsi, 11 orang dikabarkan tewas di rumah Mbah Marijan.

Kamis, 30 September 2010

Korban Video Seks Rahasia Bunuh Diri Menulis Di Facebook


Seorang mahasiswa baru menulis pesan selamat tinggal di halaman Facebook miliknya sebelum melakukan bunuh diri melompat dari jembatan.
Mahasiswa ini bunuh diri setelah mengetahui teman sekamarnya merekam kegiatan seksnya di kamar asrama secara sembunyi-sembunyi dan mengunggahnya di internet.

Mahasiswa 18 tahun ini bernama Tyler Clementi. Barang-barang milik mahasiswa itu ditemukan di George Washington Bridge pekan lalu, menurut pejabat.

Di dalam barang temuan tersebut terdapat dompet berisi kartu mahasiswa dan SIM Clementi.

Pada 22 September pukul 8.42 malam waktu setempat, Clementi menuliskan pesan di halaman Facebooknya, “Maaf, saya lompat dari jembatan.�

Tubuh Clementi belum ditemukan, saat bersamaan polisi menemukan tubuh remaja pria tak dikenal di Houston River utara jembatan ini.

Pengacara keluarga Clementi, Paul Mainardi memastikan peristiwa bunuh diri Clementi.

“Tyler adalah anak baik dan musisi handal. Keluarga Clementi sangat terpukul dan mereka menginginkan waktu menyendiri karena kehilangan ini,� kata Mainardi.

Dua mahasiswa, Dharun Ravi dan Molly Wei dikenakan dua dakwaan pelanggaran privasi karena menaruh kamera di kamar Clementi, dan menyiarkan secara online video tersebut pada 19 September, menurut Jaksa Bruce Kaplan dari Pengadilan Negeri Middlesex, New Jersey.

Sabtu, 10 Juli 2010

34 Persen Wanita Bangun Tidur Langsung Facebook-an


Warga dunia, terutama perempuan, semakin terobsesi dengan Facebook. Banyak perempuan muda, menurut hasil penelitian yang dihajat Lightspeed Research untuk Oxygen Media, memeriksa halaman mereka sesaat setelah bangun tidur, bahkan sebelum menggunakan kamar mandi di pagi hari.

Tiga puluh empat persen dari wanita berusia 18-34 dalam survei itu menyatakan memeriksa Facebook adalah hal pertama yang mereka lakukan di pagi hari, bahkan sebelum mereka mencuci muka atau menyikat gigi.

Dua puluh persen mengakui bahwa mereka menyelinap mengintip di Facebook pada malam hari sedangkan 26 persen mengatakan mereka bangun di tengah malam untuk membaca pesan teks.

Tiga puluh sembilan persen dari 1.605 pengguna media sosial berusia 18-54 yang disurvei untuk Oksigen Media, sebuah layanan hiburan raksasa NBC Universal, Mei dan Juni menganggap diri mereka sebagai “pecandu Facebook.”

Lima puluh tujuh persen wanita berusia 18-34 mengatakan mereka berbicara secara online lebih dari tatap muka dan 31 persen mengatakan mereka merasa lebih percaya diri tentang persona online mereka daripada di kehidupan nyata.

Enam puluh tiga persen wanita muda mengatakan mereka menggunakan Facebook sebagai alat jaringan karir, tapi 42 persen mengatakan mereka tidak berpikir bahwa ada sesuatu yang salah dengan posting foto diri mereka terlihat mabuk.

Empat puluh delapan persen wanita mengatakan bahwa mereka mencari tahu tentang berita melalui Facebook sementara 41 persen mengatakan mereka menggunakan Twitter untuk tetap up to date.

Lima puluh persen wanita lajang berusia 18-34 mengatakan menemukan tambatan hati melalui Facebook dibandingkan dengan 65 persen dari pria lajang. Sebaliknya, pria berusia 18 hingga 34 tahun lebih banyak putus cinta gara-gara menggunakan Facebook – 24 persen untuk laki-laki dibandingkan dengan sembilan persen untuk perempuan, survei menemukan.

InsideFacebook.com, situs yang didedikasikan untuk jaringan sosial itu, menyatakan pertumbuhan Facebook melambat di Amerika Serikat pada bulan Juni karena hanya 320.800 pengguna baru aktif bulanan bulan lalu dibandingkan dengan 7,8 juta di bulan Mei.

Populer Post

Label