Sabtu, 26 Februari 2011

bos PSM Ilham Arief S Dilaporkan ke polisi Oleh Rahman Halid. Kasus lama, soal penipuan.


Keluarga besar Nurdin Halid di Makassar melaporkan Ilham Arief Siradjuddin, Ketua Umum PSM Makassar, ke Polrestabes Makassar, Jumat, 25 Februari 2011. Laporan atas Ilham yang juga Walikota Makassar itu dilakukan Rahman Halid, adik Nurdin Halid, mewakili keluarga besar Nurdin Halid di Makassar.

Rahman didampingi kuasa hukumnya mendatangi Polrestabes dan mengadukan Ilham di Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) di Jl Ahmad Yani, Makassar. Rahman bertemu langsung dengan Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasatserse) Polrestabes Makassar AKBP Herry Marwanto dan membicarakan laporan tersebut selama 2 jam. Pertemuan berlangsung tertutup dari liputan wartawan.

Usai menyampaikan laporan, Rahman Halid langsung memberikan keterangan tentang materi laporan. Pengusaha tv kabel ini mengatakan, keluarga besar merasa tersinggung dengan ulah Ilham Arief Siradjuddin terkait kisruh PSSI selama ini.

"Ilham sudah terlalu luar biasa dan merongrong kakak saya. Kami sekeluarga marah dan akan melakukan perlawanan terhadap Ilham dengan cara seperti ini," kata Rahman Halid.

Ilham juga dianggap kelewatan karena melakukan perlawanan terhadap Nurdin Halid. Padahal, kata Rahman, Nurdin telah banyak membantu Ilham selama ini ketika masih awal-awalnya aktif di Partai Golkar. "Ternyata begitu caranya Ilham melakukan pembalasan kepada kami," ujarnya lagi.

Terkait materi laporan, Rahman mengatakan, Ilham sebagai anggota DPRD pada saat itu telah melakukan penipuan terhadapnya. Sebab pada tahun 2001 silam, Ilham ditunjuk sebagai panitia pelaksana renovasi Stadion Mattoanging untuk persiapan Piala Champions Asia.

"Ilham datang kepada saya untuk meminta anggaran tambahan renovasi. Sebab pada saat itu, renovasi belum rampung sedangkan anggarannya sudah habis," tutur Rahman.

Dengan 11 kali pencairan selama bulan Maret 2001, Rahman membantu Ilham senilai Rp 1 miliar 50 juta. Menurut Rahman, sebagai teman baiknya, ia membantu dengan janji membayar pinjaman sementara selama satu bulan. "Namun hingga 10 tahun, Ilham baru membayar Rp185 juta, jadi masih tersisa Rp865 juta," kata Rahman.

lham pada saat itu memang telah beritikad baik untuk membayar hutangnya yakni dengan dua lembar cek masing-masing senilai Rp350 juta dan Rp150 juta. Sialnya, ketika ingin mencairkan dana tersebut pada desember 200, Bank BTN menolak mencairkan cek tersebut karena dananya tidak ada.

"Makanya cek kosong ini yang saya jadikan bukti laporan termasuk keterangan bank yang menolak pencairan dana. Saya juga meminta kepolisian untuk mengusut kasus ini. Tujuannya adalah agar polisi memenjarakan Ilham," katanya.

Ilham, tambah Rahman, telah melakukan penipuan dan diduga melakukan elanggaran pidana pasal 378 tentang penipuan. Namun karena menganggap Ilham sebagai saudara dan teman baik, Rahman diamkan cek kosong ini selama 10 tahun. Tapi karena Ilham berusaha melawan Nurdin pada konflik di tubuh PSSI, terpaksa Rahman melaporkan kasus tersebut dilaporkan ke polisi.

Jawaban Ilham

Ilham sendiri menjawab laporan Rahman ini di Jakarta, dalam jumpa pers di Djakarta Theater, Jumat 25 Februari 2011 sore. Menurut Ilham, hubungan dia dengan keluarga Nurdin sudah bak saudara, tidak pernah hitung-hitungan.

"Jadi ya saya pikir, ini kasus yang dibuat-buat, untuk mengalihkan isu saja. Ya silakan saja kalau dia mau melapor, aku hadapi. Cuma kok, kenapa pas momentum seperti ini dimunculkan?" kata Ilham.

Ilham menyatakan, tuduhan mangkir bayar dituduhkan Rahman tak benar. Ilham menyatakan sudah membayar kewajibannya. "Duitnya dia terima sendiri. Itu cek sebenarnya sebagai jaminan yang kemudian saya tidak pernah ambil lagi waktu begitu terbayarkan. Ya, kami nggak mau hitung-hitunganlah. Saya juga punya bukti-bukti, berapa banyak duit terpakai oleh mereka."

Kejanggalan lainnya, kata Ilham, mengapa Rahman baru memasalahkan itu setelah 10 tahun berlalu. "Saya sudah menjabat Walikota 7 tahun, kenapa nggak waktu awal saya menjabat saja ditanya?," katanya.

Seperti diketahui, PSM Makassar beberapa waktu lalu menyatakan keluar dari Liga Super, dan kemudian bergabung dengan Liga Primer Indonesia yang dinyatakan PSSI ilegal. Sumber : http://www.vivanews.com/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Populer Post