Kamis, 10 Februari 2011

Kurangi Konsumsi Daging Cegah Kanker


Daging memang memiliki dua sisi yang berbeda, di satu sisi mampu membuat sehat, namun disisi lain juga memiliki dampak negatif. Jumlah lemak yang tinggi terkadang membuat banyak orang menghindari konsunsi makanan ini. Agar anda selalu sehat, anda perlu untuk membatasi jumlah konsumsi daging yang anda konsumsi. Berikut merupakan 3 faktor penting yang menyebabkan anda perlu mengurangi mengkonsumsi daging.

1. Lebih sehat
Daging, terutama daging merah merupakan sumber utama lemak jenuh. Penelitian menunjukkan konsumsi daging merah terlalu banyak meningkatkan risiko kematian karena berbagai sebab, termasuk penyakit jantung dan kanker. Itu sebabnya kurangi frekuensi daging merah yang dikonsumsi dan menggantinya dengan sayur-sayuran.

2. Berhemat
Selain lebih sehat, mengurangi anggaran belanja daging tentu membuat dompet Anda lebih tebal. Meski begitu, konsumsi daging untuk ibu hamil dan anak-anak sebaiknya tidak boleh dikurangi karena ibu hamil memiliki kebutuhan protein 17 gram yang setara dengan 1 porsi daging (35 g) dan 1 porsi tempe (50 g).

3. Ramah lingkungan
Industri peternakan menyumbang seperlima dari seluruh gas rumah kaca dan mengambil 30 persen lahan bumi yang bisa dipakai. Mengurangi daging sedikitnya 0,5 gram saja dalam seminggu (porsi makan malam keluarga) memiliki dampak setara dengan menukar sedan standar Anda dengan mobil hybrid yang sangat efisien.

Tak hanya alasan-alasan di atas yang mengharuskan kita membatasi konsumsi daging merah. Wanita muda yang rutin makan daging merah tampaknya akan memiliki risiko lebih tinggi terjadinya kanker payudara, dilaporkan oleh Harvard Study of Women’s Health.

Penelitian dilakukan terhadap lebih dari 90.000 wanita. Para ahli tersebut mengatakan bahwa wanita yang banyak mengkonsumsi daging merah saat mereka berusia 20, 30 dan 40 tahun, lebih besar berisiko mengalami kanker payudara pada 12 tahun kedepan. Para ahli tersebut mengatakan bahwa mereka yang rutin makan daging merah dua kali lebih berisiko dibandingkan mereka yang jarang makan daging merah.

Penelitian tersebut dipublikasikan 13 November 2006 dalam Archives of Internal Medicine, dimana untuk pertama kalinya mempelajari hubungan antara mengkonsumsi daging merah dan terjadinya kanker payudara pada wanita premenopause, dan untuk pertama kalinya dipelajari tentang berbagai tipe dari kanker payudara.

Meski demikian, para ahli tersebut masih membutuhkan informasi yang lebih lengkap tentang hubungan dari kondisi tersebut. Mereka mengatakan temuan ini diharapkan dapat menjadi motivasi untuk membatasi mengkonsumsi daging merah, karena diketahui pula daging merah juga berisiko tinggi sebabkan terjadinya kanker usus (kanker kolon).

Eunyoung Cho, seorang profesor dari Harvard Medical School dan timnya melakukan penelitian terhadap 90.659 wanita usia 26 hingga 46 tahun. Dengan periode yang cukup lama mereka mempelajari kesehatan wanita tersebut. Secara lengkap mereka memantau kebiasaan makan partisipan tersebut selama 4 tahun.

Para ahli tersebut menganalisis apakah mengkonsumsi daging merah berhubungan dengan meningkatnya risiko kanker payudara, dari tahun 1991 hingga 2003. Hasilnya mereka tidak menemukan hubungan yang yang bermakna. Tetapi saat mereka meneliti 512 wanita yang menderita kanker payudara akibat pengaruh hormon estrogen dan progesteron, hasilnya diperoleh hubungan antara keduanya.

Mereka yang makan lebih dari 1,5 porsi daging merah perhari, tampaknya dua kali berisiko lebih tinggi menderita kanker payudara dengan reseptor hormon yang positif dibandingkan dengan mereka yang makan daging merah kurang dari tiga porsi dalam seminggu. Satu porsi setara dengan makan satu hamburger atau hotdog.

Terlalu banyak faktor risiko yang menyebabkan terjadinya kanker payudara, Nancy E. Davidson, seorang ahli kanker payudara dari Johns Hopkins University, Baltimore mengatakan. Hal ini menunjukkan bahwa ada sesuatu pada wanita yang dapat mengalami perubahan, berbagai macam dapat menimbulkan risiko.

Untuk daging merah sebabkan kanker payudara, tidak diketahui mengapa, namun para ahli sebelumnya meneliti dan menemukan beberapa kesimpulan yang mungkin menjadi penyebabnya, suatu substansi diproduksi saat daging tersebut dimasak kemungkinan bersifat karsinogenik, secara alami substansi tersebut mempengaruhi kerja dari hormon, atau makanan sapi diberi hormon supaya tumbuh besar dan gemuk, hormon tersebut menjadi pemicu terjadinya kanker payudara bila dikonsumsi oleh wanita.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Populer Post